Sunday, January 31, 2010

Pelangi Di Langit Parahyangan

Suatu Hari Di Bulan Oktober....

Nieky berlari-lari kecil masuk rumah, alangkah bis akembali ke rumah indah nan asri di daerah dago Pakar. Dari teras depan bisa melihat bukit hijau dan dari teras belakang terihat lembah hijau dan gemercik suara air menuruni bebatuan. Nieky menyukai rumah ini. Kemana Arya ya , pikirnya sambil berjalan perlahan menuju teras samping.
Nieky tertegun, tercium aroma maskulin dari parfum Hermes. Seorang pria jangkungtengah membelakanginya, asyik memperhatikan bunga-bunga di taman. Nieky mundur perlahan, pria itu berbalik dengan cepat, matanya menangkap tubuh Nieky.
Nieky tertegun, Zims......desisnya tak yakin. Pria itu menyipitkan matanya, tak lama senyum mengembang di bibirnya. " Nieky..?!" panggilnya. Nieky menelan ludahnya. Ya, Tuhan....berhari-hari wajah pria itu mampir dan tidak mau pergi dari ingatannya, dan kini pria itu berdiri di hadapannya. Nieky menjadi salah tingkah. "Apa kabar?", Zims maju mendekati. Tubuh Nieky mematung tak bergeming, ia seakan tersihir, astaga!...mujikzatkah..ia bisa bertemu dengan Zims disini. Zims mengulurkan tangannya, Nieky dengan refleks menyambut salam dari Zims, jika ia tidak merasa malu, ingin dirinya jatuh ke dalam pelukan pria itu. " Sehat?" zim stersenyum. " Gendut." sahut Nieky tersipu, aduhh....malu rasanya bertemu dengan Zims dalam kondisi yang tekah berubah sekali, sedangkan zims masih seperti yang dulu. Akh..zims memang selalu menarik dengan candanya, kepiawaiannya dengan gitar dan piano, dan otaknya yang jenius. Seandainya.....
" Arya mana?" tanya Nieky. Arya sedang menjemput Frida di bandara." sahut Zims. Nieky membentuk huruf OOOO..bulatttt bangettt.
" yang lain belum atang?" tanya Nieky salah tingkah, " fariz sebentar lagi juga nyampe." ucap Zims. Duduklah, Niek. Santai aja," ujarnya,
Nieky menggangguk....
Duduk berdua dengan pria ini, astaga....rasanya dia lebih baik masuk kedalam menemui Liana istri Arya di dalam. " Bentar ya, Zims aku mau kedalam menemui nyonya rumah." ucap Nieky. ZIms tersenyum. Nieky melangkahkan kakiny amelewati pria itu, dan tan pa diduga Nieky zim smengambil tangannya. " Kenapa selalu menghindariku, Niek?" tanya Zims lirih. Nieky tertegun. Dan tidak disadari Nieky, tubuhnya dibawa ke arah tubuh zims. Mereka saling nerhdapan dan bertatapan. " Kenapa selalu menghindariku?, adakah yang salah dalam diriku?" tanya zims, Nieky menggelengkan kepalanya. " Akuu...."
Zim stersenyum, matanya begitu bagus dan akh mata itu yang membuatnya menicntai pria ini. Zims membawa Nieky ke pelukannya. " Aromamu selalu wangi, Niek." ucapnya . Nieky berusaha melepaskan diri. " AKu menyukainya." bisik zims. Nieky membelalak....mata zims tersenyum, Nieky melepaskan diri dari pelukan zims. " Aku merindukan saat-saat berdua denganmu, Niek. Aku hanya ingin mengatakan, aku selalu me rindukanmu." bisik zims. Nieky melangkah mundur. " Jangan bercanda, Zims." ucap Nieky memperingatkan. Zims menggeleng.
" Hi..Niek..., Zims..", suara Santoso mengejutkan mereka. Untunglah aku berdada agak jauh dari zims pikir Nieky. Santoso menyalami mereka...., akh..zims..aa aku enggak salah dengar....ataukah ini hanya khayalan....Nieky berjalan ke arah dapur dan wajahnya tersenyum, hatiny atersa ringan.....biarlan kata-kata zims akan menjadi harapan indah untuknya. Artinya, zims menyukainya....sayangnya kondisi saat ini mereka sudah sama-sama menjadi milik orang lain.
Apakah cinta tidak harus memiliki?....Nieky menggelengkan kepalanya...akan ada waktunya nanti, ia akan berjuang u ntuk mendapatkan cinta itu. Tapi tidak untuk sekarang..suatu hari nanti...disana..masih ada pelangi......

No comments: