Sunday, September 12, 2010

KEHENINGAN


Keheningan merupakan media untuk berjumpa dengan Allah. Dalam keheningan kita dibawa untuk menjumpai Allah tanpa gambaran apapun karena Allah melampaui gambaran-gambaran. Allah tak tergambarkan. Pada keheningan, kita dapat menangkap kehadiran Allah dan mendengar suaranya yang sedang berbicara. Saat kita menagkap "KehadiranNya dalam keheningan, maka keheningan kita menjadi sebuah keheningan mistik. Pater Agustine Ichiro Okumura OCD mengemukakan bahwa doa merupakan "Berdiam dalam keheningan dihadapan Allah", hanya berdiam dalam keheningan engkau bisa mendengarkan Allah dengan baik.(:Berbicaralah Tuhan, sebab hambamu mendengarkannya ( I Sam, 3:9).

Keheningan adalah ibu dari doa, kebebasan dari perbudakanm pemeliharaan semangat, pembimbing pikiran kita, pengawas musuh-musuh kita, penjara duka cita, sahabat air mata, rekoleksi yang benar dari kematian, hamba kesedihan, teman kesepian, pelawan dogmatisme, pertumbuhan pengetahuan, tangan yang membentuk kontemplasi, kemajuan yang tersembunyi, perjalanan ke atas yang rahasia….Pencinta keheningan mendekatkan diri pada Allah, dia berbicara kepadaNya dalam rahasia dan Allah memberikan penerangan kepadanya (John Klimakus).

Keadilan menghasilkan ketenangan (Yes, 32:17)dan "dalam ketenangan dan pengharapan terletak kekatanmu (Yes, 30:15)


 

    

SAJAK ULANG TAHUN BUAT RAFA


Kakimu yang kecil terlihat kuat

Lirikan matamu membuatku selalu takluk

Senyummu meneduhkan hati

Celotehmu yang rewel membuat hati terhibur…

Usiamu genanp 4 tahun

Engkau tumbuh dalam kasih sayang

Menjadilah engkau sebagaimana Malaikat Rafael

Jadilah engkau sebagai malaikat keluarga


 

Cintaku selalu untukmu, Rafa kecilku

Tidurlah dalam dekapanku setiap malam

Rasakan detak jantungku dan bisikan doaku untukmu

Tuhan Selalu Bersamamu…

Wednesday, September 1, 2010

Musim Gugur DI Kyoto

Kekasih...
Lihatlah angin selatan berhembus menyapa
Merangkulku dalam kesejukannya
Membisikkan kata cinta untukku
Bahwa akan ada Cinta Terindah yang akan kumiliki..

Kekasihku..
Lihatlah langit biru disana
Matahari bersinar indahnya
Meskipun warna dedaunan telah berubah warna
Indahnya momiji "memerah" membuat hasratku liar untuk datang
padamu
Kekasihku...
Disini..di danau ini aku kembali datang
Mengikrarkan cinta pada nadi-nadi musim gugur
Mencium kembali aroma cintanya

Kekasihku.....
Lihatlah langit malam begitu indahnya
Bintang Selatan bersinar indah
Purnama menaungi malam
Bahagiaku dalam pelukanmu
Dan izinkan aku tidur di dalam pelukanmu

Friday, August 13, 2010

Saat Aku Ingin Sendiri

Aku ingin sendiri..
Aku ingin menapaki jalanku
Aku ingin menjadi diriku bukan apa yang seperti yang kau inginkan
Aku ingin dirikus eperti apa yang Tuhan rencanakan

Aku ingin merenung
Menapaki dan menghitung langkah saat aku berjalan
Melihat apa yang sudah kau tanama dan apa yang harus aku tuai
Dsan aku berlutut sedih
Bahwa aku bukan siapa-siapa

Aku hanya seorang yang kecil
Tiada apa-apanya
Namun aku ingin lebih
Maafkan aku ya Tuhanku..
Biarlah kehendakMu yangberbicara

Ya Yesus, aku mencintaiMu....

Thursday, August 12, 2010

Subaru

Saat senja datang
Dadaku bergetar keras, tubuhku lunglai tiada daya
Seluruh energiku terkuras
Badanku lunglai di rerumputan hijau
Kepalaku tengadah menatap langit barat

Tiga formatur bintang terlihat indah bagaikan segi tiga
Sang Dewi venus terlihat sangat cantik dan terang diikuti planet merah Mars dan Sartunus.
Aku mengetahui bahwa Engkau hadir bersama tiga bintang yang indah...
Aroma wangimu menghembus di antara semilir angin...
Angin kencang mengiringi kedatanganMu...
Aku tertelungkup dalam lunglai yang tiada tara

Wahai ENgkau Sang Subaru....
Betapa tampan dan agungnya engkau
matamu yang biru dan lembut menyebtuh seluruh tubuuhku
Kau ambil tubuhku yang lunglai
kau bawa dalam pelukanmu yang hangat

Wahai engkau Sang Putri Kekasihku
Jutaan ribuan tahun ku mencarimu
Kutemukan engkau dalam diri manusia
AKulah Sang Pemilikmu
Tiada ada yang dapat memilikimu
Biarlah Cinta yang lain kandas terbawa debu dan pasir meteor
Namun Cintaku takkan pernah hilang dan kekal..
Cintaku tiada batas untukmu

Wahai Sang Putri kekasihku
Kini kujemput engkau dalam cintaku
Biarlah aku tiada tampak, namun aku disini selalu menjagamu
Aku disini selu ada untukmu
Tiada lagi sepi dan sedih hatimu
Janganlah engkau percaya cinta manusia bumi
Yang hanya ada nafsu dalam diri mereka
Biarlah cintaku yang membakar jiwamu

Aku lunglai dalam pelukannya
Kubiarkan bibirnya menyentuhku
Kurasakan getar cinta yang sangat luar biasa
Yang tiada pernah aku dapatkan
Aku milikmu...bisikku dalam keheningan m alam
Aku milikmu wahai Subaru..
Jiwaku dan cintaku milikmu,,,,,,

Marilah Puri kekasihku
Kita menuju langit dimana seharusnya engkau hidup
Tiada kesepiaan dan kedukaan disana
Tiada kepahitan dan kegelisahan
karena aku adalah Sang Penjaga Jiwamu dan empunya jiwamu..
AKu milikmu dan engkau m ilikku

Malam semakin larut
Menghantar kan langit dini hari
betapa indahnya meteorit-meteorit yang jatuh di langi Timur
Bagaikan kembang api tengah malam
Cahayanya yang indah
Dirikukag sang Bintang jatuh yang dicari oleh para paranormal..
Kusimpan rahasia alam ini karena di tubuh ku terpetakan rahasia alam
Kita berpegangan tangan
Terbang menuju langit dimana kita harus berada
Cinta mu Subaru..
Engkau Subaru cahaya terang..,Bintang di atas Bintang
Kupersembahkan hidupku untukmu..
bawalah aku karena aku lah sang putri pendampingmu..



Engkau Tidak Sendiri

Jika malam yang gelap tanpa bintang
Rasakanlah hadirku
Rasakanlah hangatnya energi tubuhku untukmu
Hiruplah harum wangiku utbuhku, meskipun aku tiada tampak

Jika malam yang cerah dan berbintang
Bulan bersinar terang
Lihatlah hadirku bersama Sang Bintang
Melihatmu duduk di teras kamarmu

Jika engkau sendirian
Rasakanlah aku hadir disisimu
Menikmati dentingan dawai gitarmu
Menikmati tiap ketutkan tust-tust pianomu
Merasakan engkau mencintaiku

Meskipun engkau tiada pernah tahu
Bahwa aku menyukaimu
Bahwa aku menyimpan cinta ini untukmu
Rasakanlah energi cintaku
Meski ragga kita terpisah
Meski jarak memisahkan
rasakanlah kehadiranku untukmu
Engkau tiada pernah sendiri
Aku ada untukmu....

Monday, June 28, 2010

Dedaunan Hijau Di Jendela Hati

Suaramu memanggilku lewat hutan
Mengaung diantara batu-batu pegunungan
Mengaum bagaikan suara Sang Raja Hutan
Di puncak bukitmu ada damai terasa seju hatiku

Rerumputan hijau menghantarkanku untuk bebrbaring
Menikmati langit birumu yang tiada berawan
Tak kuarasakan terik matahari pagi
karena aku memproseskan fotosintesa di dedaunan hatiku

Kuhijaukan jantung dan hatiku
Agar segar cintaku untukmu
Biar sejuk dunia cintaku
Penuh kehangatan dan rasa damai disana

Takkan kubiarkan ia menjadi layu
Kusirani sepanjang detik hidupku
Karena aku aka terus menjadi hijau untuknya
Cintaku berlabuh pada sebuah hati....

Monday, June 7, 2010

Kasih Sepanjang Masa (1)

I. Sekilas Perjumpaam
Tahun 2004...

Suatu Jumat di bulan September. Perkuliahan untuk proogram doktor ilmu-ilmu sosial Universitad P baru akan di mulai, artinya sore ini Dhyva harus terbang ke Bandung, karena pagi masih harus melakukan meeting dengan supplier. Dhyva memasuki waiting room bandara didampingi Mas Putu, fuiii kalau tidak terlalu asyiek ngobrol di Ritz Carlton tentunya dia tidak akan telat seperti ini. Noviana sudah berkali-kali memberikan signal sms . Daerah Kuningan kalau hari Jumat siang biasanya kena macet. Dhyva mendapatkan seat 1, disebelahnya duduk seorang pria berambut cepak, mungkin dari Kepolisian atau ABRI. Dhyva menuju seatnya saat mau m enduduki seatnya, ia menoleh ke seat nomor 2 F, Dhyva mewngerutkan keningnya. Ia merasa sangat mengenal sosok itu, tapi dimana?. Sosok itu sangat rapi dan saat mereka bertatapan Dhyva bisa melihat dibalik kacamatanya, mata itu bangus banget, ada sinar kelembutan, tapi sekilas ada kesedihan dan kesepian. Dhyva menoleh lagi, pria itu tersenyum, senyum itu sangat mengingatkannya pada suatu sosok. Apakah dia?, senyum yang persuasive banget. Gilaaa....jantung Dhyva serasa jatuh...ampun....mana pernaha da seorang pria bisa membuatnya deg deg deg an tak karuan. Dan ini pertama kali dalam hidupnya setelah berpisah dua puluh tahun dengan seseorang , jantungnya berdegup kencang.
Dhyva merasa pernah mengenal sosok itu, tapi dimana?, simpul-simpil syaraf untuk menuju ke otaknya sera tertutup..., capek untuk mengingat masa lalu. Dhyva duduk dengan tenang di sebelah pria berambut cepak. Dari dandannya terlihat pria itu memiliki pangkat atau jabatan tinggi, gila meck..!, sepatunya hermes booo...suit..suit...parfumnya juga, bajunya....heemmmmm...pria ini punya selesa luar biasa. Pria itu berbalik ke arah Dhyva, mungkin ia tahu kalau Dhyva sedang menilainya. Pria berambut cepak itu tersenyum. Dhyva balas tersenyum, wajah pria itu macho.
Dhyva memejamkan matanya, Pada saat pesawat take off tangan pria itu menyentuh lengannya. Dhyva membuka matanya dan melirik si rambut cepak. Wajahnyanya halus dan terlihat tenang, Jakata -Bandung hanya 30 menit, tapi pria itumemanfaatkan waktunya untuk beristirahat.
Dhyva memejamkan matanya, mencoba meditasi un utk memulihkan seluruh energinya untuk menghadapi perkuliahan sore ini, mudah-mudahan tidak terlambat, mengingat dari bandara menuju Dipati Ukur lumayan macet dimana-mana.
Pesawat landing dengan sempurna. Setengah jam di pesawat lumayan bisa memulihkan energinya. Pesawat berhenti pada parking yang telah ditentukan. Seluruh penumpang mengambil sikap berdiri, meskipun pintu pesawat belum dibuka oleh pramugari.
Pria itu berdiri dan dengan sopannya ia memberikan waktu unutk Dhyva mengambilk posisi berdiri.
" Terimakasih.", ucap Dhyva sambil tersenyum. Pria itu membalas senyumnya. Pria itu tersenyum, Dhyva menoleh ke arah seat 2 F. pria bermata lembut di balik kacamatanya masih duduk disana, saat Dhyva melangkah ke arah pintu, pria itu beru berdiri dan alamakkk...ia memberikan senyum untuknya. Hmmm...senyum itu begitu memikat.
Dhyva melangkah menuruni tangga pesawat. Pria itu masih di belakangnya. Dhyva begrgeags menuju ruang kedatangan, dan segera menemui pak bakrie supir Ferry yang menjempuntya.
"Mbak tunggu disini saja.", ucap pak Bakrie.
" Gak apa-apa, Pak, biar bareng aja ke parkirannya.", ucap Dhyva.
Saat Dhyva melangkah, Dhyva melihat pria yang disebelahnya dijemput dengan Mercy mewah dengan nomor polisi 1 (hmmm..dugaaannya benar).
Sedangkan pria bermata lembut itu dijemput sebuah Alphard hitam, fuiii..Alphardnya tertutup tirai...seperti Boss Mafia saja, batin Dhyva.
" Langsung ke DU ya, Mbak?", tanya pak Bakrie. Dhyva menganggukan kepalanya.
Pertemuan tanpa kata perkenalan , hanya sebuah senyum yang tertinggal, dan hanya sebuah intermezzo karena sesaat ia duduk di mobil milik Ferry, dia pun sudah akan melupakan pertemuan unik ini, selayaknya sekilas info bagaikan sebuah news yang tidak penting untuk didengar dan diingat.


Sunday, May 9, 2010

Kemana Pergimu

Lama tak kudengar candamu..
Lama tak kudapati tulisanmu
Beribu tanya ada di benakku
Aku hanya mengharapkan bahagiamu
Aku hanya inginkan engkau tetap sehat
Aku hanya inginkan tidak terjadi apapun dalam pekerjaanmu...

Candamu...
Tulisanmu...
Memberikan Inspirasi...
Aku Ingin Engkau Bahagia..

(Some One...in PVJ)

Thursday, February 18, 2010

Sejenak Mengenangnya....

Engkau ppernah hadir dalam masa laluku
Memberi Warna di dalam jalan hidupku
Engkau penuhkasih dan sayanguntukku
Cintamu tulus dan murni untukku

Maafkan ..apabila aku pernah menyakitimu..
karena aku merasa diriku bukanlah untukmu...
Meski tiada pertengkaran diantara kita
Aku yakin engkau bukanlah Sang Bintang untukku..

Banyak jalan yangtelah kita lalui..
Aku memilih kembali untuk sendiri,,,
Aku Berdoa semoga engkau mendapatkan kebahagiann bersamanya...
jadikanlah aku sebagai kenangan abadimu..
Seseorng yang pernah mewarnai hidupmu..
Maafkan aku....
Kita telah memilih jalan kita..tetap bersaudara dan bersahabat...
Semoga Engkau bahagia...
Doaku selalu untukmu..

Sunday, January 31, 2010

Sepi Aku Menanti..

Wahai Sang wangi...
Lihatlah diriku binasa karena penantianku
Mencintaimu karena engkau hanyalah bayang semu
Yang datang sekejap waktu tiada tampak
Hanya meninggalkan aromamu yang wangi di sekujur tubuhku
Mendesahku tiada tahan
Wahai SangWangi...
Adakah wujudmu tampak
Ataukah kau tercipta dari roh-roh di udara
Membuatku tergoda dalam kesucianku
Jika Engkau Ada
Lihatkanlah dirimu nyata
Jangan kau mainkan aku dalam mimpi-mimpiku gaib
Membelenggu dalam kebodohan bahwa kau Ada
Menyimpan kemisteriusan i ni sendiri
Berkubang dalam derita yang panjang
Tiada kusempat berlari untuk menghias diriku
Karena aku tiada harap lagi
Karena cintaku telah terbang jauhhhh menuju bintang
Rohku tertawan dalam debu-debu sang Bintang
Yang mencintaiku dengan kasihnya yang nyaris sempurna
Apakah Aku harus begini
Sepi untuk mennatimu
Tiada kudapat bertahan jika waktuku telah habis
Tak mungkin kubiarkan uban memenuhi diriku
Tak mungkin kubiarkan hidupku terbelenggu sepi tiad aharap
Wahai Sang Wangi...
Seperti aku menunggumu, biarlah aku berjalan pada cahaya Bintang

Pelangi Di Langit Parahyangan

Suatu Hari Di Bulan Oktober....

Nieky berlari-lari kecil masuk rumah, alangkah bis akembali ke rumah indah nan asri di daerah dago Pakar. Dari teras depan bisa melihat bukit hijau dan dari teras belakang terihat lembah hijau dan gemercik suara air menuruni bebatuan. Nieky menyukai rumah ini. Kemana Arya ya , pikirnya sambil berjalan perlahan menuju teras samping.
Nieky tertegun, tercium aroma maskulin dari parfum Hermes. Seorang pria jangkungtengah membelakanginya, asyik memperhatikan bunga-bunga di taman. Nieky mundur perlahan, pria itu berbalik dengan cepat, matanya menangkap tubuh Nieky.
Nieky tertegun, Zims......desisnya tak yakin. Pria itu menyipitkan matanya, tak lama senyum mengembang di bibirnya. " Nieky..?!" panggilnya. Nieky menelan ludahnya. Ya, Tuhan....berhari-hari wajah pria itu mampir dan tidak mau pergi dari ingatannya, dan kini pria itu berdiri di hadapannya. Nieky menjadi salah tingkah. "Apa kabar?", Zims maju mendekati. Tubuh Nieky mematung tak bergeming, ia seakan tersihir, astaga!...mujikzatkah..ia bisa bertemu dengan Zims disini. Zims mengulurkan tangannya, Nieky dengan refleks menyambut salam dari Zims, jika ia tidak merasa malu, ingin dirinya jatuh ke dalam pelukan pria itu. " Sehat?" zim stersenyum. " Gendut." sahut Nieky tersipu, aduhh....malu rasanya bertemu dengan Zims dalam kondisi yang tekah berubah sekali, sedangkan zims masih seperti yang dulu. Akh..zims memang selalu menarik dengan candanya, kepiawaiannya dengan gitar dan piano, dan otaknya yang jenius. Seandainya.....
" Arya mana?" tanya Nieky. Arya sedang menjemput Frida di bandara." sahut Zims. Nieky membentuk huruf OOOO..bulatttt bangettt.
" yang lain belum atang?" tanya Nieky salah tingkah, " fariz sebentar lagi juga nyampe." ucap Zims. Duduklah, Niek. Santai aja," ujarnya,
Nieky menggangguk....
Duduk berdua dengan pria ini, astaga....rasanya dia lebih baik masuk kedalam menemui Liana istri Arya di dalam. " Bentar ya, Zims aku mau kedalam menemui nyonya rumah." ucap Nieky. ZIms tersenyum. Nieky melangkahkan kakiny amelewati pria itu, dan tan pa diduga Nieky zim smengambil tangannya. " Kenapa selalu menghindariku, Niek?" tanya Zims lirih. Nieky tertegun. Dan tidak disadari Nieky, tubuhnya dibawa ke arah tubuh zims. Mereka saling nerhdapan dan bertatapan. " Kenapa selalu menghindariku?, adakah yang salah dalam diriku?" tanya zims, Nieky menggelengkan kepalanya. " Akuu...."
Zim stersenyum, matanya begitu bagus dan akh mata itu yang membuatnya menicntai pria ini. Zims membawa Nieky ke pelukannya. " Aromamu selalu wangi, Niek." ucapnya . Nieky berusaha melepaskan diri. " AKu menyukainya." bisik zims. Nieky membelalak....mata zims tersenyum, Nieky melepaskan diri dari pelukan zims. " Aku merindukan saat-saat berdua denganmu, Niek. Aku hanya ingin mengatakan, aku selalu me rindukanmu." bisik zims. Nieky melangkah mundur. " Jangan bercanda, Zims." ucap Nieky memperingatkan. Zims menggeleng.
" Hi..Niek..., Zims..", suara Santoso mengejutkan mereka. Untunglah aku berdada agak jauh dari zims pikir Nieky. Santoso menyalami mereka...., akh..zims..aa aku enggak salah dengar....ataukah ini hanya khayalan....Nieky berjalan ke arah dapur dan wajahnya tersenyum, hatiny atersa ringan.....biarlan kata-kata zims akan menjadi harapan indah untuknya. Artinya, zims menyukainya....sayangnya kondisi saat ini mereka sudah sama-sama menjadi milik orang lain.
Apakah cinta tidak harus memiliki?....Nieky menggelengkan kepalanya...akan ada waktunya nanti, ia akan berjuang u ntuk mendapatkan cinta itu. Tapi tidak untuk sekarang..suatu hari nanti...disana..masih ada pelangi......

Saturday, January 16, 2010

Pelangi Di Langit Parahyangan ( Andainya Aku Bisa..)

Sebenarnya ia baru saja pulang mengantarkan Pram ke Bandara, pram ada meeting di Banjarmasin. Nieky juga heran tumbennya Pram mau menginap di legenda. Biasanya Pram lebih suka tinggal di Bintaro . Mungkin karena service renata yang begitu luar biasa. Sedangkan Nieky hanya sebatas istri di atas kertas, bukan istri yang sesungguhnya. Nieky tersenyum pahit. Pram akan datang padanya jika ia menghadapi persoalan kerja atau menghadapi persoalan di luar, dan Nieky akan selalu menjadi Sang Dewi penolong untuknya. Bagi Nieky itu tidak menajdi persoalan, karena tokh rezeki Tuhan yang mengatur, dan Nieky tau Pram tidak pernah mau menceraikannya selain karena susah perceraian di agama Katolik, tapi Pram menganggap dirinya "mustika" yang harus dipelihara. Jujur...financial Nieky dan anak-anak dari Pram berlimpah ruah, karena pram takut "kualat", aneh Pram terlalu percaya kepada hal-hal yang berbau mistis begitu.
"Bu..saya itu gemas melihat perempuan tadi.", ujar Pak Totok drivernya.
"Ibu itu sabar dan baik banget..., wah kalau saya jadi Ibu sudah saya laporin ke Satpam.", lanjut Pak Totok.
Nieky tertawa, "Aduh.., Pak!, Rena itu bukan levelnya saya. Biar ajalah , Pak, dia sedang memakanhasil dari perbuatannya.", ujar Nieky.
" saya tidak merasa sakit hati dia mengambil, Pram dari saya. Saya yakin sebenarnya Pram itu bukan untuk saya. Munkgin rena itu jodohnya. Saya gak yakin jodoh di tangan Tuhan, karena Tuhan memberikan pilihan dan kebebasan kepada manusia untuk memilih. kemudian setelah kita memilih dan kita menikah di abwah sakramen, aretinya kita meminta Tuhan mempersatukan kita, dan kita harus bertanggung jawab dengan pilihan itu, Pak. Apapun yang terjadi." ucap Nieky.
pak Totok mengangguk-angguk, " saya itu kasihan sama, Ibu. Ibu terlalu sabar, baik jadi orang." komentar Pak Totok.
Nieky tersenyum, pengalaman membuatnya harus menjadi orang yang sabar dalam rumah tangganya dan menggunakan istilah " anjing menggonggong dan kafilah berlalu."
mendadak, seraut wajah hadir di pelupuk matanya. Jantung Nieky berdesir, aneh....ia sering mengingat wajah itu, mata yang bagus di balik kacamatanya. Humor yang membuat orang tergelak-gelak, apakah dia mengingatku?, kok seringkali disaat -saat tertentu, wajah itu muncul. Nieky memejamkan matanya, andaikan aku bisa membalikkan waktu atau seandainya ada terowong waktu atau pintu "doraemon" dipinjam, dia ingin kembali ke masa lalu, menatap mata indah itu, mendengarkan dentingan suara gitar klasiknya dan mendengar suaranya yang bagus dan menatap wajahnya yang penuh ekspresi, dan melihat sosok badannya yang atletis berlari menyusuri taman kota atau berlari mengitari lapangan basket , dan Nieky akan bertepuk senang apabila dia berhasil memasukan bola basket.
Siapa yang tidak akan tertarik dengan sosok Zims, pintar , aktivis kampus dan aktivis gereja. Nieky menyukai Zims, namun rasa suka itu ia simpan jauh di lubuk hatinya, ia tidak ingin kehilangan Zims sebagai teman dan dia menjadi musuh bagi teman-teman cewek satu group maupun teman-teman cewek kampus yang menyukai Zims, umumnya mereka cantik, ada yang model, aktivis kampus, aktivis olah raga di kampus. Sedangkan Nieky, semuanya tau kalau Nieky itu tomboy dan temanan baik dengan Zims, sehingga surat-surat untuk Zims selalu melewati Nieky (menyedihkan....hiks hiks hiks).
Dan karena Zims tidak pernah menanggapi surat-surat itu dan sampai pada akhir perkuliahan juga Zims tidak memiliki satu orang pun perempuan dalam kehidupannya kecuali Nieky, Neiky mengira Zims mau masuk biara, aduh...!, orang setampan Zims masuk biara?, wow...artinya Nieky harus bersaing dengan Yesus....meskipun waktu itu Nieky paling malasssss untuk berdoa, tapi bersaing dengan Yesus Nieky angkat tangan. Sampai akhirnya, Zims harus pergi ke Amrik, dan Nieky mendapatkan kerja di Kalimantan, sejak itu Nieky dan Zims tidak bertemu.
Namun kenapa akhir-akhir ini, disaat persoalan datang dan mencuat, wajah itu malah sering muncul, akh...Andaikan aku bertemu denganmu, Zims....akan kuberikan signal-signal bahwa aku pernah memiliki rasa , meskipun hanya sekejap. Cinta yang ada di hati yang tak pernah terungkap, namun cinta untukmu masih ada , Zims....Andaikan aku bisa , Zims....
Nieky membuka matanya, mereka sudah memasuki km 104 cipularang. Tuhan..jika ada kesempatan, akan kukatakan bahwa aku menyayangimu, Zims....tapi hanya lewat signal.
To be continued.................

Pelangi Di Langit Parahyangan (suatu hari Di awal Pagi)

Nieky didik dalam kehangatan keluarga yang mendidik kesopanan, agama yang kuat dan kemandirian dan ketegasan. mama yang berperan penting dalamkehidupan anak-anaknya mendidik mereka untyuk menajdi mandiri dan penuh ketelitian, tidak cengeng jika ada masalah. Sedangkan Papa mendidiknya untuk menjadi orang yangdisiplin dan bertanggung jawab, beban anak sulung harus ditanggunya, sehingga Nieky sudah terbiasa di dalam mengambil suiatu keputusan. dari Poponya ia dididik untuk menjadi orang yang bijaksana dan memahami dan peka dengan keberadaaan orang lain, ini menjadi kelemahanNieky mudah mengalah untuk para sahabat dan untuk keperluan orang-orang yang disayangnya.
Nieky turun dari mobil, pakainnya sangat casual, dia sangat senang dengan jins belelnya yg rada robek, kemeja putih dengan sepatu kanvasnya senada dengan jins, rambutnya yang pendek membuatnya menjadi jauh lebih muda dari usianya yang sudah 40 tahun, terlihat energik, dan percaya diri yang tinggi. Kemandiriannya ini yang mungkin membuat Pram merasa tidak betah untuk menjadi suami, bukannya Nieky tidak ingin bermanja-manaj dengan seorang laki-laki, ia ingin..tapi pram tidak bisa memberikan semua apa yang diimpikannya, bahkan ia harus nejadi seperti seorang ibu untuk Pram, merawat bayi raksasa. namun dihadapan teman-temannya Nieky tidak pernah bercerita 16 tahun perkawinannya.
Selama 16tahun, Nieky harus mengalah dan berusaha menjadi seorang isteri yang baik, meski ia tahu ada satu kekurangan yang tidak bisa ia lakukan. Kekurangan fatal untuk menjadi seorang istri, untuk menjadi seorang Ibu ia terpaksa harus melakukan bayi tabung di RS Elizabeth Singapore, pada zaman itu sangat langka dan sangat sulit, namun Tuhan berkenan ia mendapatkan tiga anak yang lucu-lucu, cantik dan handsome.
Kekurangan ini menjadi senjata ampuh bagi Pram untuk menindasnya tanpa ia berdaya, dan kesalahan selalu ditimpakan kepadanya. Pram menikah dengan seorang gadis Cina dari bangka, yang usianya dua puluh tahun di abwah usia Nieky, pantas untuk menjadi anaknya. Renata, madu yang sangat materialistis dan serakah. Namun Nieky tetap sabar dan tidak pernah untuk marah terhadap pram, biarlah tidak menjadi isteri yang baik namun menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anaknya.
pagi ini, Nieky bersiap-siap untyuk perjalanan ke Bandung, ia harus mengurus proyek yang d perkebunan teh ciater. Mendadak sebuah mobil jazz silver berhenti, yang sangat mengagetkan Nieky, nomor polisi mobil itu adalah mobil jazznya yang menurut Pram sudah diubah menjadi nomor...HS, yang lebih terkejut lagi renata kelaur dari mobil. Nieky menghela nafas, " Mau apalagi ini anak, Pram sudah dikuasainya, dia gak punya urusan. renata terlihat marah .
" Bu..., perusuh datang." ucap pak Totok.
" Dasar perempuan gendut gak tau diri, kau apakan sampe mas pram sudah sebulanan ini gak lagi ke rumah." ucapa renata.
Nieky menenangkan diri, kalau menurutkan rasa emosi dan malu dengan tetangga, rasanya ia ingin meng ko renata dengan "tendangan tanpa bayangan" (bayangin Wong feng Fung..ha ha ha), atau menjotos hidungnya dengan gerakan tangan ular.....
" mau apa kau kesini, bukankah kau sudah memiliki, pram. jadi kau tidak ada urusan dengan aku.", ucap Nieky dingin. Kata :kau" keluar artinya ia tidak lagi memandang hormat dengan lawan bicaranya.
"AKu ingin tau, knapa mas Pram enggak mau dikontak dan gak mau ketemua aku?", tanya renata. "Hm...kau tanya saja sama Pram, kita tidak ada urusan!. Maaf aku sibuk!, kau bukan prioritas untuk urusanku. hanya sampah!", ucap Nieky dingin.
"Apa kamu bilang?!", teriak renata.
"AKu minta kamu kembalikan, Pram!", teriak renata.
Nieky tertawa, " Kau ini aneh! seharusnya aku yang minta kau mengembalikan pram kepada aku dan anak-anaknya., karean formal hukum pernikahan, pram itu suamiku. sedangkan kau, surat nikah saja kau tak punya. Lucu!", ucap Nieky.
Renata terlihat marah.
" Kau pergi, atau aku panggil SATPAm.", ucap Nieky. "Aku sudah bilang aku tidak mau melihat engkau berada di sekitarku dan anak-anakku, dan aku tidak punya urusan apa-apa dengan kau.", "Jika kau datang lagi menyerang ataupun meneror, aku tak segan-segan memenjarakanmu," ucap Nieky.
"Pak Totok, siapkan mobil." ucap Nieky.
" Bu..., apa saya pukul [erempuan ini?" tanya Pak Tyo suami Bu Sari.
" Iya, bu. saya panggil satpam aja." ucap Ali.
" gak usah, kalau dia datang lagi baru panggil satpam." ucap Nieky.
terlihat renata kesal denga nmenghentakkan kakinya ia membalikkan badannya.
" Oh ya satu lagi, mobil jazz itu milik saya, belum dibalik nama, jadi ingat sewaktu-waktu aku bisa mengambilnya darimu, melalui polisi lalu lintas, kalaukau datang lagi rumah di Bintaro dan Bekasi aku sita karena rumah itu atas namaku, jadi kau jangan bertingkah." ucap Nieky.
capek menghadapi anak kecil. Nieky mengambil foto Renata dan mobilnya dengan Iphone 3 Gnya, dan mengirinmkannya by email ke pram, biar laki-laki itu tahu, inilah hasil perbuatannya yang menajdi bumerang bagi anak-anaknya dan Nieky sebagai isterinya.
bersabar...., yah Nieky harus bersabar dengan fitnah dan juga tudinga yang tidak mengenakkan. Wajah malaikat pram menghapuskan segala kebejatannya.
Seandainya dulu ia tidak mengikuti permintaan Mama, dan mencari seorang laki-laki yang bisa menjadi Imam dan kepala Rumah tangga, tentunya jalan cerita kehidupannya tidak seperti ini. sesungguhnya, ia ingin menemukan "nya". Menatap mata bintangnya yang bagus, senyumnya yang sangat menarik, kesabarannya dan kedewasaannya. hanya dia yang bisa membuat Nieky takluk, sayngnya sama-sama terkungkung dalam ikatan perkawinan, Nieky tidak ingin mengganggu rumah tangga orang. Akh...kemana 'nya' sekarang ini, belasan tahun berpisah, namun Nieky masih merasakan perhatian dan kebaikannya. ketulusannya untuk melindungi, seandainya waktu itu....Nieky membiarkan nuraninya yang berbicara........to be continued

Seandainya Aku Punya Kesempatan....

Nessa menajdi salanh tingkah dihadapan pria itu. Ia masih menarik seperti 30 tahun yang lalu saat di Gereja Katedral. Anak laki-laki dengan kacamatanya begitu manis dan sangat menarik, suaranya yang indah menyanyikan lagu koor anak-anak. Nessa tersenyum, apakah saat itu usianya masih SMP ia sudah jatuh cinta?. Pria itu menyalami setiap teman-teman yang hadir, Nessa takut untuk menyalaminya, tanganya menjadi dingin, tapi ia senang jika berada di dekat pria itu, aroma parfumnya bisa menggetarkanjantungnya, dan ia senang setiap kali jika ada kesempatan untuk berkumpul sesama teman kecilnya, artinya ia bisa melihat wajah tampan pria itu. Hmmmm....dia memang ganteng dan menarik, pantesan dari ia Sd, SMP , SMA bahkan samapai setua ini masih tetap menjadi idola. Nessa gugup jika pria itu didekatnya, aneh..dan ia menyimpan rapat-rapat bahwa ia menyukai pria itu, ia tidak ingin para sahabat kecilnya mengetahui kalau ia menyukai dan jatuh cinta dengan pria ini, bisa diketawain dan diledekin. Wuih......, nessa paling senang jika melihat gayanya saat mendentingkan dawai gitar klasik, jari-jarinya beitu mahir, sebenarnya Nessa ingin bisa bermain bareng, tapi ia tidak punya kepercayaan diri jika di dekat pria itu. Hmmm...bagaimana enggak minder, dia pintar, cool, trus yang naksir juga banyak, feminin dan cantik. Wuih..aku kan tomboy..apa dia seneng sama cewek tomboy..yha....tapi kalau dia senyum aduhh jantung Nessa bisa copot, Nessa tertawa geli...., Seandainya saja aku punya kesempatan, ingin aku katakan, bahwa aku pernah suka dan mungkin sampai saat ini juga aku suka....akh ZIMS...aku bener-bener suka dirimu...aku suka liat matamu yang jenaka dibalik kacamatamu...aku suka jika kamui tertawa, senyummu aduh manis, Nessa teratwa..sendiri....pipinya memerah dan terlihat cantik.Seandainya..seandainya...

Kasih Sepanjang Zaman ( Namaku...Praskusya)

Lembang............

Dhyvana menyetir Fortuner dengan laju di atas aspal hotmix melintas di tol CIPULARANG menuju Bandung. Kendaraan besar di kirinya tak membuat hati Dhyvana gentar, hmmm..baisanya jika Pak Cipto atau Pak Totok yang nyetir atau sang Direktur yang jelek tapi sok galak hatinya bisa kebat-kebit dan selalu menyebutkan halleluyah dalam hati. Jemari dhyvana mencengkeram drive, sementara suara Sarah Brightman alam album "harem" memenuhi kabin mobil.
Kepergian Dhyvana perintah langsung Sang Pemimpin, "amankan Bandung", dan itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Karena SangPemimpin Besar akan melakukan kunjungan ke Bandung, teror Bom akhir-akhir ini cukup menjadi kewaspadaan bagi keamanan negeri untuk Sang Pemimpin Besar. Perintah Sang Pemimpin merupakan suatu kepercayaan yang harus dipegannya, keberhasilannya di dalam mendapat data-data di lapangan dengan beberapa saran alternatif telah membuahkan hasil yang gemilang, dan itu membuatnya harus terbang keliling Indonesia, meninggalkan Tiga Buah Hati yang dicintainya. Untungnya Sang Pemimpin memahami kondisinya, sehingga hari kerjanya bisa di bolak-balik. " Bayaranmu paling tinggi, Dhy..artinya tanggung jawab dan juga nyawamu menjadi taruhan.", ucap Sang Pemimpin. Dhyvana tidak bisa menolak dengan perintah, karena itu sudah kontrak yang dilakukannya dan tidak keluar begitu saja, karena tujuannya demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menyelamatkan negara.
tepat jam 12 siang memasuki tol Pasteur dan membayar 40.500, macet sudah menunggu. Itu pemandangan biasa. Dhyvana harus bertemu dengan seorang yang bernama "Kharisma" dan orang tersebut menunggu di pelataran Biara Karmel Lembang, dan pertemuannya di depan Patung Maria, Ibu Yesus. Artinya ia mengambil jalan ke arah sukajadi lebih dekat menuju Lembang.
tepat seperti dugaannya, jam satu lewat mendekati jam setengah dua Dhyvana tiba di Biara Karmel, beberapa buah mobil terparkir di halaman parkiran. PIntu gerbang Gereja terbuka. Dhyvana turun dan memperhatikan satu persatu mobil disana, ada beberapa plat jakarta dan juga Bandung. Dhyvana keluar dari mobil dan menuju ke arah penjual bunga. Biasanya Dhyvana kesini untuk berdoa, di pemakaman Yesus, Kayu Salib, Bunda maria dan Santa Theresia dari Liseux, masing-masing ia berikan 4 Kumtum Mawar merah dan putih, angka empat dalam agama katolik merupakan lambang keselamatan. Dan bunga mawar pink untuk santa Theresia Liseux yang terkenal dengan Puri Kebatinannya, warna pink merupakan lambang kelahiran baru.
Suasana lingkungan ziarah sangat hening, Dhyvana selalu merasa nyaman disana dan ia selalu tidak ingin pulang jika berada disana. Perlahan-lahan ia menjalankan ziarahnya, hening dan benar-benar mendenkatkan diri dengan sap Putera. Pada saat mendekati Gua Maria, Dhyvana melihat seorang Pria berusia Empat Puluh, terlihat penuh Kharisma dan seolah-olah khusyuk untuk berdoa, dari ciri-cirinya, Dhyvana sudah memahami, bahwa pria itu yang harus ditemuinya.
Dhyvana mengambil duduk di sebelah pria itu. ia khusuk berdoa dengan Sang Bunda. Setelah selesai, Dhyvana tetap memejamkan matanya, nalurinya berjalan. " Namaku Praskusya", ujarnya kepada laki-laki itu. "AKu Kharisma", ucap pria itu. Kode yang diberikan ternyata cocok. Pria itu memberikan sejumlah informasi yang sangat mengejutkan. Dhyvana tidak mau membuka matanya, " Sang Tamak" dalang dari semua teror, dan Ia berlagak bagaikan seorang pahlawan. data ini komplit dan tidak direkayasa. Direkam dan diambil tanpa sepengetahuan Sang Tamak, karena kita ada org dalam di rumah Sang Tamak maupun di tempat kerjanya, bahkan di mobil Sang Tamak kita pasang semua alat, karena "body guard" Sang Tamak dan drivernya adalah "orang kita", anak-anak bekerja dengan bagus.
"terima kasih Kharisma.", ujar Dhyvana. "Selamat Bekerja, hati-hati. Salam Negara Untukmu.". Dhyvana berdiri dan membuka matanya. Segera membelakangi Kharisma dan pergi meninggalkan pria itu yang seolah-olah amsih berdoa khusuk kepada Sang Bunda.
Dhyvana langsung menuju Jakarta, biasanya kalau ada tugas seperti ini ia tidak akan berlama-lama, "layaknya seterikaan baju". Dhyvana membuka Vaio " kecilnya dan mengklik sistem untuk memasukan data, biasanya processing data memakan waktu 45 menit, artinya tiba di pintu gerbang tol processing entry data masuk dan system bekerja, dan bisa mapping, dengan segera. Data tidak akan melalui jalur resmi, namun dilakukan dengan system yang sudah dirangcang dan aman.
Dhyvana tersenyum, namaku "Dhyvana Praskusya", tiada seorangpun yang tahu nama aslinya di dalam kesatuan. Hanya Sang pemimpin, Sang Direktur , bahkasan Sang Pemimpin Besar lupa nama aslinya.
Dhyvana memacu mobilnya menuju Jakarta, Bandung tidak macet untuknya. Ia melaju dengan kecepatan 80 km/jam, memasuki km 100 mendadak mobil mulai sedikit aneh, Dhyvana meminggirkan mobilnya tepat di km 100. Ia menepi dan turun untuk memeriksa kendaraannya. Hari masih menunjukkan jam tiga siang. Bau harum bunga mawar menerpanya, Dhyvana merinding, tapi Dhyvana tidak berani menduga yang aneh, ia membuka kap mobil, dan mengecek mobil, tidak ada yang kurang, aneh...sabtu minggu lalu, mobil sudah di servis. Dhyvana merasa merinding, ia merasa ada yang mendekatinya, tapi akh...hanya naluri. Dhyvana tidak ingin perduli dengan hal-hal aneh dan takhayul. Saat ia memasuki mobil, Dhyvana terperangah di depan mobilnya ada seekor harimau putih, astaga naga! Dariama harimau itu datang, dengan lega hati Dhyvana menepuk dadanya untung ia sudah masuk ke mobil. Harimau itu terlihat ramah. Kok ada harimau di tol Purbaleunyi, bau harum mawar dan cendana memeuhi kabin mobil, ikh ..apa karena pengaruh bunga mawar tadi di Lembang. Seraya menggu sang raja hutan berlalu, Dhyvana mensetting preogram datanya, hm...sesampainya di km 62, tepat di tempat peristirahatan data bisa dianalisa, sesampainya di Jakarta sudah dapat diakses Sang Pemimpin dan Pemimpin Besar, dan jika malam maupun dini hari diminta diskusi atau saran analisa, Dhyvana sudah siap.
Saat Dhyvana mengangkat wajahnya, Harimau Putih itu menghilang, kemana ya?. Dhyvana segera meletakkan laptop nya dan kembali menyetir dengan kecepatan 60km/jam. Bau mawar dan cendana sudah hilang. Dhyvana mengerutkan keningnya.
****
Pekerjaan Dhyvana sudah lengkap dan ia sudah mengirimkan kepada Sang Pemimpin dan sudah diinfo melalui BBM : " Bos...BPSnya Complete"..itu kata sandi yang diberikannya. Sehingga apabila BBM disadappun tidak ada yang mengeerti.
Alarm BBM berbunyi , " TX, Praskusya. KB sukses."
Lega..., Dhyvana menuju ke Park Royal, ia memilih untuk istirahat disana karena lebih dekat untuk akses ke Sang Pemimpin. Dhyvana menlepon ke apartemen meminta Bi Danti untuk membuatkannya soup tomat, segar dan sekalian diet karena sudah mulai naik berat badan. Disertasi membuatnya sedikit perlu asupan makanan, karena harus memeras otak dan menghadapi dosen yang gila jabatan dan sok jaim.
Akhirnya...tiba juga di rumah. Bi Danti sangat senang dengan kehadiran Dhyvana. "Neng Didi sudah lama enggak kesini, sejak sudah di Cibubur", ucapnya. Dhyvana mengedipkanmatanya. "Kan ada bos baru disini , Mbok. Jadi gak enak hati.", ucap Dhyvana seraya meletakan travel bagnya. Bi Danti tertawa, aduh neng..!beda banget neng dengan Bos baru, Bos barunya.....galak dan gak pernah tertawa maupun tersenyum, manyun melulu.", bisik Bi Danti. Dhyvana tergelak. "Bapak Pemimpin sering kesini , Mbok?", tanya Dhyvana. " Sudah jarang , neng. Kata bapak enggak enak, Neng Didinya gak ada, kalau ada neng DIdi kan Bapak bisa diskusi dan ngobrol." ujar Bi Danti. " Trus yang sering kesini siapa, Mbok?" tanya Dhyvana. " Tuan Asisten", ujar Bik Danti. Dhyvana tersenyu. " Ibu Menteri?", Bi danti menggeleng, Ibu menteri juga agak jarang apalgi sekarang sibuk dipanggil sama DPR." Dhyvana tertawa, ia mengikuti berita teman-temanya. Kasian..satu persatu mau dihabisin. Sang tamak memamng luar biasa, namun keadilan pasti ada masanya datang.
Dhyvana membuka metro TV, ia berbaring di Sofa. Berita tentang pembunuhan Nasruddin..., hmmm berita yang membosankan. Dhyvana mencum aroma mawar dan cendana, mendadak jantungnya berdebar, badannya lemas tidak bertenaga, energinya terkuras, bagian perutnya ada hawa dingin yang merayap, aroma itu semakin dekat semakin dekat, angin dingin berdesir...."Lintang...Sang Puteri", suara itu menggaung, memenuhi kedua telinganya. "Lintang..Sang Puteri, akulah yang engkau cari Sang Puteri, Engkaulah Yang aku nantikan di sepanjang hidupmu, ribuan tahun kita berevolusi dan bermetamorfosis dari waktu ke waktu, Akulah Sang Penjaga Hatimu Sang Puteri. Kita menembusi 5 zaman bumi berputar dalam jutaan bahkan milyaran tahun dan cahaya."
" Dhyvana membelalakan matanya, ia memandang ngeri dari dinding keluar seekor hariamu putih dan seorang pria bertubuh atletis dan bercahaya, wajahnya tidak terlihat. "Siapakah engkau?" bisik Dhyvana bergidik, ia menjadi sangat takut, takut sekali.
"Akulah yang kamu cari selama ini Sang Puteri, akulah yang selalu tidur bersamamu disetiap malammu, lihatlah betapa dinginnya hatimu terhadap setiap laki-laki disekitarmu, bahkan dengan Alex..., hatimu tidak pernah ada."
"Salah..salah.., dia suamiku !" bentak Dhyvana. "Tapi engkau tidak pernah mencintainya Lintang. Engkau menikahinya karena rasa patuhmu terhadap agama dan orangtuamu, orangtua yang hidup untuk jaman kelima ini, karena engkau bukan dari dunia Lintang..., engkau berasal dari atas.", ujar pria itu. " Kau Bohong!", ucap Dhyvana , kakinya dingin, badannya tidak bisa bangun, ia kaku dan sangat lemas dan tidak berdaya. "Rasankan tanganku, Lintang, rasakan sentuhanku, rasakan sentuhan bibirku.", ucapnya. "Jangannnnnn...!, Tidak.....!, itu dosa!' teriak Dhyvana. pria itu terlihat bercahaya dan terlihats enyumnya. Dhyvana merasakan jari jari itu menyentuh tubuhnya dan Dhyvana ternganga, sentuhan itu..ia sangat mengenal sentuhan itu, jantung Dhyvana berdegup kencang, dan hembusan nafas yang ada di atas wajahnya, harum mawar dan cendana, Dhyvana bergidik ketakutan, bii r itu hangat dan terasa dingin....Hiyyy..pria ini hantu, Dhyvana beteriak untuk memanggil nama Yesus, biirnya kelu. Ia sekuat tenaga untuk memanggil Yesus. "Lintang, akulah kekasihmu sepanjang masa. Tidak ada yang boleh memiliki badanmu, kecuali aku. Tidakkah kau lihat tanda-tandanya, bagaimana suami duniamu tidak mau tidur denganmu dengan alasan wajahmu selalu berubah menjadi lain di tiap tidurmu, dengan alasan ada ular emas di atas kepalamu, sehingga untuk menidurimu dia tidak pernah, bahkan dengan kesepakatan kalian menipu orang tuamu seakan-akan kalian telah tidur bersama."
Dhyvana tersentak, pria itu tau persis dengan kehidupannya, " Semua aku lakukan karena aku tidak mau kau dimiliki siapapun, karena engkau adlah takdirku." ujarnya.
"Kau jahat, kau menyiksaku dan menyiksa Alex."
Pria itu tergelak, " Lintang...Lintang...laki-laki itu tidak layak untukmu!, Dia meniduri tantemu, sebelum pernikahanmu, sehingga rohkupun tak layak untuk memasukinya agar kita bersatu, dia meniduri keponakannmu yangtelah kau angkat anak. Dia bajingan yang tidak layak untukmu."
"tapi dia suamiku, jika memang kau takdirku kenapa engkau tidak menyatukan dirimu?", tanay Dhyvana.
Pria itu tersenyum, " Ada saatnya aku akan datang menjadi laki-laki sesungguhnya", dan engkau akan mencium aromaku padanya. Dia tidak mesti seorang laki-laki kaya atau tampan seperti impianmu, aku bisa menjelma menjadi siapapun yang aku inginkan.", ujarnya
Dhyvana bergidik, "Lepaskan aku..!", aku ingin hidup normal." ucap Dhyvana.
Pria itu begitu dekat....rasakan kasihku Lintang, dan janganlah takut...aku selalu di dekatmu. ENgkau akan mersakan kehadiranku, malam-malam aku disampingmu, meskipun secara fisik tempat tidurmu kosong dan dingin, namun aku ada di sebelahmu."
Dhyvana bergidik, mengerikan...ini mimpi kosong, khayalan yang tidak masuk akal, aku seorang katolik, aku bisa mengusirnya, Yesu penolongku.
Pria itu tersenyum, " Lintang...marilah...akan aku tunjukkan kepadamu!" ujarnya. Dhyvana tertegun. "Duduklah di atas harimau ini, dia tidak akan menggigitmu ataumemangsamu, karena dia tau sang ratu nya."
Dhyvana duduk di punggung harimau, seketika mereka keluar menembus diding apartemen, dyyvana melihat dirinya tertidur di atas sofa dan Bi Danti duduk di sebelahnya, menunggunya tidur.
" Dinginnya nagin malam terasa di kulit Dhyvana, mereka melintasi gedung-gedung tinggi, ke arah Barat Jakarta. Banten.....ada apa dengan Banten?, Pria itu tersenyum, inilah wilayah yang kit apunya dulu dalam ribuan tahun yang lalu pada zaman kelima bumi berputar dalam matahari. Kita menguasai seluruh daratan, karena kita ditugaskan untuk membantu manusia, namun manusia tamak dan tidak tahu diri, saling berperang dan membunuh, akhirnya aku harus di hukum untuk ribuan tahun mengembara di dunia ini, dan engkau dirampas dariku, ditempatka nun jauh , Lintang..terhempas dalam ribuan bintang dan gelombang magnet bumi. Betapa kejamnya hukuman ini untuk kita. KIta dianggap agala untuk membuat manusia saling mencintai."
Dhyvana bergidik, laki-laki itu membawanya mengembara dalam ribuan bintang, " Lintang disinilah tempat tanah kelahiran kita." ujarnya menujukkan sebuah bintang yang begitu besar. Disanalah tempat kita."
Dhyvana mengeluh, dia tidak percaya omong kosong ini. Khayal dan mimpi.
Laki-laki itu seakan dapat membaca isi hatinya, "Suatu hari engkau akan percaya , Lintang. Namamu bukan Dhyvana, namamu ...., Namaku Prakusya..." bisik Dhyvana. Pria itu tersenyum..."jika kau senang nama itu pakailah nama itu sang Puteri.
Dhyvana masih merasa ngeri, terlihat cahaya di ufuk timur. Sudah waktunya aku kembali, dan kau kemabli d apartemen" ujar laki-laki itu.
Dengan cepat hariamu putih itu membawanya melintasi bukit-bukit, gedung-gedung tinggi dan samapai di park Royal. " Selamat Tidur, Kekasihku. " bibir pria itu terasa dingin di kening, pipi dan bibirnya. harum mawar dan cendana masih tercium.....
Lelaplah dalam senyummu yang cantik, Lintang....dan Dhyvana merasa sangat mengantuk. Bibirnya berguman, namaku Prakusya.....

Friday, January 1, 2010

PAnggilan dan Pengutusan....(Yrm)

Hujan menerpa pagi
Berkat pagi hariMu kepada manusia
Terimakasih...Sang Raja....kasih Setiamu yang selalu menyertai...

Cahaya putih di pepohonan hijau..
Mengusikku untuk menatap takjub tiada tertahan...
Sang Suara hadir....

" Wahai Sang Putri..."
Sebelum engkau dibentuk oleh sang Raja dalam rahim ibumu...
Sang Raja telah mengenalmu dan sebelum engkau dilahirkan ke bumi
Sang Raja telah memilihMu..dan engkau dibiarkan mengenal bumi
Mengenal keserahakan dan "duniawi"
Agar engkau belajar bahwa hidup duniawi tiadalah bahagia..

"Wahai Sang Puteri....
Engkau telah dipilih dan diutus untuk menyelamatkan Bumi"

" Wahai Sang Suara.."
Aku tiada pantas dan layak untukNya
Ia begitu Kudus dan suci....
layakkah aku dengan tugas ini?

"Wahai Sang Puteri...."
kepada siapapun engkau diutus....
Haruslah engkau pergi..
Dan apapaun yang kuperintahkan kepadamu..
haruslah engkau sampaikan,,,,"
Tiadalah engkau taku, Sang Puteri...
karena Aku ..Sang Raja selalu menyertaimu..."
Untuk membebaskanmu...

"Sampaikanlah ke[ada Bumi.."
pesan yang telah kebrikan kepadamu....
meskipun mereka akan memerangimu..
Jangalah engkau takut Sang Puteri....
karena engkau tidak akan dikalahkan...
Karena Aku menyertaimu...dan membebaskanmu...
Pergilah....perjalanan tugasmu pada yang ke lima Pleidas di mulai....

The Unsolving Mystery.......(1)

Langit malam yang berawan
Purnama tertutup Awan...
Suara petasan dan kembang api mengiringi malam
Pesta tahun baru telah berakhir
namun sebagian orang masih merayakan dengan sejuta harapan akan yang baik.....

Aku terpekur di rerumputan hijau..
Seraya menatap langit tiada bintang
Tubuhku lunglai dalam debaran dada yang berdegup....
Aku menjadi tiada bertenaga..
Ribuan energiku seakan terhisap habis oleh energi Bumi....

Kusenandungkan lagu cinta..
Memanggil hadirMu pada malam ini,,,,
Awan menyisih dari putri rembulan,,,
Untuk memberikan energi cahayanya kepadaku....

Sang Suara bergaung diantara gemawan dan putri rembulan...
Wahai engkau Sang Putri...yang terpanggil dari ribuan putri-putri Pleidas....
Terpilih untuk menyelamatkan Sang Bumi...
Ribuan bahkan dalam jutaan tahun...
Engkau patuh dalam tugas perjalananmu...

Wahai Sang Putri....
Kitab sudah diberikan kepadaMu....
Pelajaran sudah kau dapatkan dengan pengertianmu...
Saatnya tugasmu di buka kembali,,,,

Perjuangan ini sangat panjang...
Sebagai yang terpilih....Abdikanlah dirimu untuk Sang Raja dan Sang Putera...
Sang Bunda akan selalu menyertaimu,,,,
janganlah engkau takut,,,,,
Bumi tidaka akan memangsamu,,,,

Jangan lagi engkau gelisah Putri..
Lihatlah begitu banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan..
Banyak jiwa yang lari dan jauh dari Sang Putera.....
Bergegaslah engkau dengan tugasmu....

"Aku menyertaimu.."

Taman Sunyi...

langit bersih tiada awan, bintang-bintang membentuk sebuah sabuk
Indah memukau di temaram malam
Cahaya purnama menyentuh kelopak-kelopak bunga di taman...
Suasana malam yang indah...

Namun aku disini sendiri...
Terpekur menatap langit
Menantikan kehadiranmu, Sang Bintang..
Yang berjanji akan menemuiku di taman ini...

Namun tiada kudengar hembusan angin yang mengawali hadirmu
Tiada kudapatkan harum bunga tanda hadirmu
Tiada kudengar senandung lagu yang Engkau nyanyikan disaat akan menemuiku

Kita tercipta ribuan tahun diantara debu-debu gugus bintang Pleidas
Berjanji untuk bersama
Aku terlontar untuk jatuh pada Sang Bumi
Sedangkan Engkau tetap memantikanku disana..

Wahai Engkau Sang Kekasih...
Berapa lama lagi aku harus menunggumu...
Letih aku di taman ini....
Dalam penantian berjuta tahun dalam peredaran Bumi...

Lihatlah tamanku menjadi sunyi...
Bunga-bunga mekar namun tiada harumnya....
Sedangkan Bumi semakin bergelora, gelisah dan membuatku tiada tenang...
Ingin aku kembali ke gugus buntang dimana aku berasal....

Wahai Engkau Sang Bintang....
Tiadakah hatimu iba melihat diriku sendiri di Bumi ini?
Gelisah untuk kembali pada Sang Raja.....
Penantianku sudah lelah...meski tugasku belum lagi selesai.....

Tamanku telah sunyi....
Tiada lagi senandung cinta dapat kudendangkan...
Hawa Bumi yang terasa panas..
Di bumi Timur manusia telah menjadi ganas

Keserakahan, dendam dan benci telah membakar bumi...
Aku terhimpit tiada dapat berkata...
Aku merasa "kalah" dalam gelombang Bumi...
beban yang berat terasa amat sangat..
Kemanakah dirimu Sang Bintang..?

Aku terpekur duduk di tanah
Merasakan hangatnya dan gersangnya Bumi...
Mendadak Purnama menjadi redup..
Gemuruh dari langit
Sang Suara menggaung bergelombang..

"Wahai Sang Putri....ribuan tahun Engkau sudah di Bumi..
Kini tugas kembali ke bahumu....
"Selamatkanlah Sang Bumi dari keserahan, dendam dan benci"
Tularkanlah Cinta kepada mereka...

Jangan takut wahai Sang Putri...
Sang Ibu dan Sang Kekasih akan mendampingimu...
Menuntunmu untuk tugasmu....
Janganlah lagi engkau bersedih...
karena Aku akan selalu menyertaimu...